:

Gerbangrakyat.com – Kota Mojokerto digemparkan dengan insiden tragis yang menimpa pasangan polisi. Briptu Fadhilatun Nikmah, seorang polisi wanita (polwan), diduga membakar hidup-hidup suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono (27), dalam sebuah perselisihan rumah tangga.

Dilansir dari Detik.com Insiden ini terjadi di Asrama Polisi (Aspol) Kota Mojokerto pada Sabtu (8/6) sekitar pukul 10.30 WIB.

Korban Meninggal Dunia

Briptu Rian, yang mengalami luka bakar hingga 90 persen, sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia menghembuskan napas terakhir pada Minggu (10/6/2024) sekitar pukul 12.55 WIB. “Korban RDW (Rian Dwi Wicaksono) secara medis meninggal dunia pukul 12.55 WIB. Akan dimakamkan secara kedinasan di Jombang, di daerah asalnya,” ujar Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri kepada wartawan.

Polwan Jadi Tersangka

Polda Jatim telah menetapkan Briptu Fadhilatun Nikmah sebagai tersangka atas dugaan pembakaran suaminya sendiri. Penanganan kasus ini telah diambil alih oleh Polda Jatim dari Polres Mojokerto Kota. “Pak Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto menyampaikan turut berduka cita yang mendalam pada keluarga korban. Untuk Briptu Fadhilatun Nikmah, berdasarkan hasil gelar perkara dan olah TKP, sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto.

Kronologi Kejadian

Menurut Dirmanto, kejadian ini bermula dari perselisihan rumah tangga antara Briptu Rian dan Briptu Fadhilatun. Saat Briptu Rian pulang dari kantor, terjadi cekcok di dalam rumah. “Kemudian istrinya menyiramkan bensin di muka dan badan korban. Tidak jauh dari TKP ada sumber api yang terpercik, akhirnya membakar yang bersangkutan,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, Briptu Fadhilatun segera membawa suaminya ke RSUD Mojokerto dan sempat meminta maaf kepada korban di rumah sakit.

Motif Pembakaran

Penyelidikan mengungkapkan bahwa motif dari tindakan pembakaran ini adalah masalah keuangan, khususnya terkait dengan gaji ke-13 Briptu Rian yang berkurang signifikan. “Jadi motif dalam kasus ini karena cekcok soal gaji. Sementara itu temuan kami,” jelas Dirmanto.

Pemakaman Briptu Rian

Jenazah Briptu Rian dimakamkan di kampung halamannya di Jombang dengan upacara kedinasan sekitar pukul 16.30 WIB. “Kami dari Polres Jombang sore ini melaksanakan upacara pemakaman secara dinas,” ungkap Kasi Humas Polres Jombang Iptu Kasnasin di lokasi pemakaman.

Penyesalan Briptu Fadhilatun

Briptu Fadhilatun Nikmah menyesali perbuatannya. Saat suaminya sedang mendapatkan perawatan medis, ia sempat meminta maaf kepada Briptu Rian. “FN ini juga memiliki tanggung jawab yang besar untuk menolong suaminya dengan dibantu beberapa tetangga. Sesampainya di rumah sakit, FN meminta maaf kepada suami atas perlakuannya,” ujar Dirmanto.

Trauma Mendalam

Pasca kejadian tersebut, Briptu Fadhilatun mengalami trauma yang mendalam. Polda Jatim telah menerapkan trauma healing untuk mendampingi tersangka. “Masih trauma yang mendalam dan sekarang sedang ditangani dan difasilitasi oleh Polda Jatim untuk trauma healing,” tambah Dirmanto. Polda Jatim juga melibatkan psikiater untuk mendampingi tersangka dalam proses pemulihan psikologisnya.

Kasus tragis ini menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian dan masyarakat, menggambarkan betapa pentingnya penanganan masalah rumah tangga secara bijak agar tidak berujung pada tindakan yang merugikan semua pihak.

Share: