:

Gerbangrakyat.com– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jakarta telah mengusulkan sejumlah nama sebagai calon gubernur DKI Jakarta kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Di antara nama-nama tersebut, terdapat nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Mantan Gubernur DKI lainnya, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, memberikan tanggapan terkait usulan tersebut.

Ahok mengungkapkan bahwa PDIP merupakan partai yang demokratis dan senantiasa menyerap aspirasi masyarakat dalam menentukan calon pemimpin mereka. “PDIP partai yang demokratis, tentu akan menyerap aspirasi masyarakat siapa saja yang mereka inginkan jadi gubernur Jakarta,” ujar Ahok Dikuti dari Detik.com (17/0624).

Menurut Ahok, usulan yang diajukan oleh DPD PDIP Jakarta akan diteruskan kepada DPP untuk kemudian diambil keputusan final. Ia menegaskan bahwa Anies Baswedan adalah salah satu dari hampir sepuluh nama yang diusulkan oleh DPD PDIP Jakarta. “Hasilnya tentu akan diteruskan ke DPP PDIP untuk membuat keputusannya. Makanya yang diusulkan ada hampir 10 nama iya kalau tidak salah? Pak Anies di antaranya,” tambah Ahok.

Selain Anies, Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, menyebut beberapa nama lain yang juga diusulkan termasuk Ahok sendiri. “Ada 10 nama, Anies salah satu nama yang terjaring. Pak Pras kita usulkan juga. Andika juga kita usulkan. Ya termasuk ada nama Pak Ahok muncul juga,” jelas Pantas.

Ahok juga menekankan pentingnya disiplin organisasi dalam menghadapi keputusan yang akan diambil oleh DPP. “Jika keputusannya DPP memajukan Pak Anies, tentu setiap kader wajib disiplin organisasi untuk mendampingi calon yang ditetapkan oleh DPP PDIP,” ungkap Ahok.

Menanggapi peluang PDIP untuk mengusulkan kadernya sebagai calon wakil gubernur mendampingi Anies, Ahok menyatakan bahwa setiap kader harus mengikuti keputusan DPP. “Bisa nanya ke DPP (peluang PDIP mengusulkan cawagub). Kami di PDIP diajarkan disiplin berorganisasi, taat mengikuti semua keputusan DPP,” tegasnya.

Ahok yang pernah maju bersama Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017 menghadapi pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, kini berpeluang kembali menjadi kandidat gubernur. Pada Pilkada 2017, Ahok harus mengakui keunggulan Anies di putaran kedua. Kini, dengan Anies yang berpotensi diusung kembali oleh PDIP setelah mengikuti Pilpres 2024, persaingan politik di Jakarta semakin menarik untuk diikuti.

Keputusan final mengenai siapa yang akan diusung PDIP sebagai calon gubernur DKI Jakarta masih menunggu hasil dari DPP PDIP. Para kader dan masyarakat menantikan langkah selanjutnya dari partai berlambang banteng tersebut.

Share: