:

Gerbangrakyat.com – PT Telkom Indonesia menyatakan bahwa data yang terkena serangan ransomware di Pusat Data Nasional (PDN) tidak dapat dipulihkan. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Network & IT Solution PT Telkom, Herlan Wijanarko, dalam jumpa pers di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Telkom Indonesia, bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kemenkominfo, serta Bareskrim Polri, bekerja sama dalam menangani insiden ini. Herlan mengungkapkan bahwa sejak serangan terjadi, berbagai pihak terkait telah berupaya keras untuk melakukan pemulihan dengan sumber daya yang tersedia.

“Kita sejak kejadian sampai dengan hari ini sudah diasistensi oleh BSSN dan bekerja sama dengan semua yang terkait, tentu dengan Kominfo, tenant, dan Bareskrim. Kita berusaha keras untuk melakukan recovery dengan resource yang kita miliki,” ujar Herlan dikutip dari Detik.com.

Pusat Data Nasional yang dikelola oleh Telkom Indonesia berada di Surabaya, Serpong, dan Batam sebagai lokasi cadangan. Menurut Herlan, data yang terkena ransomware di PDNS Surabaya tidak bisa dipulihkan.

“Yang jelas data yang kena ransom ini sudah nggak bisa kita recovery. Jadi, kita menggunakan sumber daya yang kita miliki. Yang nomor satu, kita mengidentifikasi ada tenant-tenant yang memang sudah memiliki backup, di lokasi Surabaya maupun yang ada di Batam, sekitar 44 tenant,” jelasnya.

Herlan menjelaskan bahwa pemulihan data dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan kontak dan klarifikasi dengan para tenant untuk mengaktifkan layanan melalui media temporer. Telkom telah menyiapkan dua media temporer di PDN 1 dan satu media lain untuk mendukung proses ini.

“Tahap pertama kita menyesuaikan dengan recovery stage 1. Kita kontak, klarifikasi dengan tenant, dan mulai upayakan untuk mengaktifkan layanannya melalui medium temporer di PDN 1 dan media lain yang sudah kita siapkan,” tambah Herlan.

Telkom Indonesia telah berkomunikasi dengan seluruh tenant yang terdampak untuk memastikan apakah mereka memiliki backup data atau tidak. “Kita juga sudah mengontak seluruh tenant yang terdampak di PDNS 1, bekerja sama dengan Kominfo untuk memastikan apakah tenant memiliki backup di lokal atau tidak, termasuk situasi layanannya,” ungkap Herlan.

Pada tahap kedua, jika tenant tidak memiliki backup, Telkom akan menyiapkan environment baru sebagai pengganti PDNS 2 yang sudah dikunci. Langkah ini akan dilaksanakan dengan memperhatikan semua aspek keamanan yang disarankan oleh BSSN.

“Nanti stage kedua kalau memang tidak ada backup, kita akan menyiapkan environment yang baru sebagai pengganti PDNS 2 yang sudah kita kunci. Kita set up ulang, implementasikan semua aspek security dari BSSN untuk memastikan keamanan lebih baik,” pungkas Herlan.

Dengan langkah-langkah ini, Telkom Indonesia berharap dapat meminimalisir dampak serangan ransomware dan memastikan kelancaran layanan bagi para tenant yang terdampak

Share: