:

Gerbangrakyat.com – Mabes Polri turut memberikan asistensi dalam penyelidikan kebakaran rumah milik wartawan Sampurna Pasaribu di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Kebakaran tersebut merenggut nyawa Sampurna Pasaribu dan tiga anggota keluarganya. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polda Sumut.

“Kami dari Mabes Polri memberikan asistensi dalam bentuk petunjuk dan arahan, khususnya sebagai pembina fungsi teknis di setiap satuan kerja Polda Sumut,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan pada Senin (8/7/2024).

Brigjen Trunoyudo menjelaskan bahwa Polda Sumut telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Dalam proses tersebut, polisi juga berkoordinasi dengan Dewan Pers.

“Dari Polda Sumut sudah turun untuk melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi dengan stakeholder, termasuk Dewan Pers,” ungkap Trunoyudo. “Polda Sumut bekerja secara kolaboratif dan berdasarkan pada scientific crime investigation,” tambahnya.

Kejadian kebakaran yang terjadi pada Kamis (27/6) sekitar pukul 03.40 WIB itu mengakibatkan wartawan Tribrata TV Sampurna Pasaribu meninggal dunia bersama tiga anggota keluarganya. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 16 saksi terkait insiden tersebut.

Di sisi lain, Dewan Pers turut menyoroti kasus ini dan meminta agar diusut tuntas. “Dewan Pers meminta Kapolri bersama Kapolda membentuk tim penyelidikan yang bersikap adil dan imparsial dalam mengusut kasus ini. Dewan Pers juga akan membentuk tim investigasi bersama yang melibatkan aparat dan unsur jurnalis atau KKJ,” kata anggota Dewan Pers, Totok Suryanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Selain itu, Dewan Pers juga meminta Panglima TNI berikut Pangdam I/Bukit Barisan untuk ikut mengusut kasus kebakaran ini secara terbuka dan imparsial. Totok juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap para saksi dan korban.

“Dewan Pers meminta Panglima TNI dan Pangdam membentuk tim untuk mengusut kasus ini secara terbuka dan imparsial. Dewan Pers meminta kepada Komnas HAM dan LPSK untuk turut serta melakukan investigasi dan memberikan perlindungan yang dianggap perlu kepada keluarga korban,” ujar Totok.

Ia juga menyampaikan penyesalan mendalam atas kejadian tragis tersebut. “Dewan Pers sangat menyesalkan terjadinya kebakaran yang merenggut nyawa tersebut,” pungkas Totok.

Dengan adanya berbagai upaya dari pihak kepolisian, Dewan Pers, dan instansi terkait lainnya, diharapkan kasus kebakaran yang menimpa wartawan Sampurna Pasaribu dan keluarganya ini dapat segera terungkap dengan jelas dan tuntas.

Sumber : Detik

Share: