:

Gerbangrakyat.com – Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, merupakan daerah yang kaya akan tradisi dan budaya. Salah satu warisan budayanya yang paling menonjol adalah tarian Rangkuk Alu, sebuah kesenian yang memiliki sejarah panjang dan unik.

Tarian ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga merupakan bagian integral dari edukasi dan pembentukan karakter masyarakat setempat.

Sejarah Tarian Rangkuk Alu

Tarian Rangkuk Alu berasal dari permainan tradisional yang menggunakan peralatan bambu. Permainan ini melibatkan susunan bambu yang diayunkan, sementara pemain melompat-lompat menghindari jepitan bambu tersebut.

Sakti, Sakdiyah, dan Jamil dalam penelitian mereka, “Partisipan Masyarakat Melo Desa Liang Ndara Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat dalam Mendukung Aktivitas Wisata Budaya Tarian Rangkuk Alu,” menyebutkan bahwa tarian ini bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga kesenian yang memiliki nilai edukasi dan hiburan.

Evolusi Tarian

Awalnya, tarian ini hanya berupa permainan yang sederhana. Namun, seiring waktu, tarian Rangkuk Alu berkembang dengan menambahkan gerakan yang lebih kompleks serta pengiring musik.

Gerakan dasar dari tarian ini berasal dari lompatan pemain saat bermain dengan bambu. Kreasi seni ini kini menjadi lebih indah dan dinamis, mencerminkan kelincahan dan ketepatan para penarinya.

Fungsi dan Makna Filosofis

Pada dasarnya, tarian Rangkuk Alu berfungsi sebagai sarana hiburan, edukasi, dan pembentukan diri. Tarian ini melatih kelincahan dan ketepatan penarinya dalam bergerak.

Namun, lebih dari itu, masyarakat Manggarai meyakini bahwa tarian ini memiliki nilai spiritual dan filosofis yang mendalam. Tarian ini dianggap sebagai simbol keharmonisan dan kerjasama dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri Khas Tarian Rangkuk Alu

Tarian Rangkuk Alu memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari tarian lainnya. Berikut adalah beberapa ciri khas dari tarian ini:

  1. Peserta Tarian: Tarian ini dimainkan oleh remaja perempuan dan laki-laki.
  2. Pakaian Penari: Para penari mengenakan baju bero, ikat kepala, serta kain songket khas Manggarai.
  3. Jumlah Penari: Biasanya, tarian ini melibatkan 6 hingga 8 orang pemegang bambu, sementara penari bergantian untuk menari.
  4. Irama dan Musik: Tarian diiringi oleh musik dan lagu, menambah keindahan dan irama dalam gerakan tarian.
  5. Gerakan Dasar: Gerakan tarian berasal dari gerakan pemain saat menghindari jepitan bambu.
  6. Kelincahan dan Ketepatan: Tarian ini menuntut kelincahan dan ketepatan gerakan dari para penarinya.

Kesimpulan

Tarian Rangkuk Alu bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan bagian penting dari budaya dan tradisi Manggarai. Tarian ini mengajarkan nilai-nilai kerjasama, ketepatan, dan kelincahan, serta memiliki makna filosofis yang mendalam.

Melalui tarian ini, masyarakat Manggarai mampu melestarikan warisan budaya mereka dan memperkenalkannya kepada dunia luar. Dengan memahami sejarah dan nilai-nilai yang terkandung dalam tarian Rangkuk Alu, kita dapat lebih menghargai kekayaan budaya Indonesia yang beragam.

Sumber : Kumparan

Share: