Yang Benar Saja! Ada yang Mengklaim LGBT Pemberian Tuhan, Ini Tanggapan Telak Ust Abdul Somad

SHARE
Loading...

GERBANG RAKYAT – Menanggapi klaim sebagian pihak yang menyatakan LGB* sebagai pemberian Tuhan, dai nasional lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir Ustadz Abdul Somad Lc MA menyampaikan jawaban telak.

“Dulu di dunia ini sepakat menyatakan bahwa itu (LGB*) penyakit. Semua menyatakan itu sebagai peyakit.” kata Ustadz Abdul Somad saat menjadi nara sumber Fakta TV One LGBT Antara HAM dan Agama pada Senin (8/1/18) malam.

Namun ada gerakan yang menginginkan agar penyimpangan yang lebih buruk dari zina ini diterima masyarakat sehingga dimunculkanlah wacana bahwa hal itu termasuk pemberian Tuhan.

“Lalu secara perlahan-lahan, dari Barat, ada yang ingin menyatakan bahwa ini (lgbt) merupakan given, pemberian dari Tuhan.” katanya melanjutkan.

Loading...

Mereka berpedoman pada adanya pemberian Tuhan kepada seseorang untuk dijadikan lelaki atau perempuan, lalu ada pemberian ketiga yakni LGBT. Namun, Ustadz Somad menegaskan, argumen ini muncul belakangan.

“Setelah munculnya lembaga-lembaga, pihak-pihak yang ingin meluluskan ini menjadi suatu kenyataan.” tegas dai asal Pekanbaru, Riau ini.

Beliau menjelaskan, adanya penyimpangan ini tumbuh seiring dengan sikap sebuah negara. Beliau membandingkan antara Mesir dan Maroko dengan Thailand. Negara yang kental budaya timurnya seperti Maroko dan Mesir, tempat Ustadz Somad menempuh pendidikan tinggi, relatif sedikit pengidap LGB*nya.

“Negara dengan budaya ketimuran yang ketat, maka penyakit itu tidak tumbuh, tidak berkembang.” tegasnya.

Sedangkan Thailand yang memfasilitasi bahkan mengadakan kontes kecantikan untuk pengidap penyakit ini, jumlah LGBT kian bertambah dan makin tak terbendung.

“Kenapa (lgbt di Thailand) berkembang begitu pesat? Itu menunjukkan bahwa dia tumbuh berkembang berdasarkan budaya setempat itu.” katanya tegas.

Di akhir penuturannya, Ustadz Somad menegaskan bahwa penyimpangan ini termasuk penyakit yang bisa disembuhkan.

“Ini penyakit yang harus disembuhkan. Ya, ini bukan pemberian Tuhan (melainkan penyakit).” pungkasnya.

Loading...