pasang iklan banner 1045x250 pewarta network
Beranda Berita Konflik Dugaan KDRT Oknum Polisi di Pacitan Kian Memanas, Laporan Baru Bermunculan
Berita

Konflik Dugaan KDRT Oknum Polisi di Pacitan Kian Memanas, Laporan Baru Bermunculan

Gerbangrakyat.com – Sebuah perkara hukum yang melibatkan oknum anggota kepolisian di Kabupaten Pacitan berkembang menjadi sorotan publik setelah memunculkan rangkaian laporan berlapis, mulai dari dugaan pelanggaran disiplin hingga kekerasan terhadap anak. Situasi ini bahkan dianalogikan layaknya kisah pewayangan tentang Padang Kurusetra, yang menggambarkan pertempuran panjang dan penuh korban.

Dalam literatur pewayangan, Padang Kurusetra dikenal sebagai lokasi perang besar antara Pandawa dan Kurawa dalam kisah Baratayuda. “Suasana di Padang Kurusetra selama perang Baratayuda digambarkan sangat mencekam, mengerikan, dan penuh kedukaan, sebagai puncak pertempuran saudara antara Pandawa dan Kurawa. Perang yang berlangsung selama 18 hari ini mengakibatkan korban jiwa yang tak terhitung,” tulis Google dan Wikipedia.

Gambaran tersebut seolah mencerminkan eskalasi konflik yang kini dihadapi Bella Alicia (24). Ia melaporkan suaminya, Bripda AD, ke Propam Polda Jawa Timur atas dugaan pelanggaran disiplin dan etika profesi. Tak hanya itu, laporan pidana umum juga telah diajukan ke Polres Pacitan.

Di tengah proses hukum, muncul dugaan adanya tekanan terhadap pelapor agar mencabut laporan. Situasi ini mendorong kakak Bella, Citra Margaretha (31), untuk turun tangan memberikan dukungan. Namun, langkah tersebut tidak lepas dari sorotan karena Citra sendiri tengah terseret perkara yang berkaitan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Citra membantah berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya. “Uang saya baru dibayar 1M, malah saya dituduh macem-macem, jual beli jabatan kek, pencucian uang kek,” keluh Citra pada awak media.

Di ruang digital, polemik tersebut berkembang menjadi perbincangan luas. Beragam komentar bermunculan, termasuk spekulasi yang menyeret nama lembaga penegak hukum. “Apa mungkin KPK dibayar sama bu Citra ya, kok aman-aman saja,” tulis akun michaelhandika03. “Padahal kasus KPK, yang nulis berita hanya 2,” tulis salah satu netizen lain.

Meski mendapat tekanan, Citra tetap melanjutkan langkah hukum. Ia mendampingi anaknya, RE (13), untuk melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh Bripda AD. Laporan tersebut disampaikan ke Dinas Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak serta Polres Pacitan.

Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar melalui Humas Polres Pacitan, Aiptu Thomas Alim Suheny, bersama Kasat Reskrim AKP Choirul Maskanan, memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur. “Kami akan laksanakan proses penyelidikan dan pendidikan sesuai dengan prosedur dan regulasi yang berlaku. Tentu saja kami akan lengkapi dengan bukti-bukti pendukung. Misalnya kapan kronologis peristiwanya, kalau udah lama ada dokumen rekam medis atau belum, keterangan saksi dan seterusnya.”

Pihak pelapor juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum tambahan, termasuk dugaan perzinaan yang disebut memiliki bukti berupa rekaman video, apabila tekanan terhadap mereka terus berlanjut.

Di sisi lain, pernyataan emosional juga disampaikan Citra melalui media sosial, menegaskan posisinya sebagai pelindung anak. “R lahir dan besar tùmbuh tanpa kasih sayang seorang ayah, ketika ada laki-laki yang berani menyakiti anak saya tentu saya garda paling depan melindungi dan membelanya. Saya tidak akan memberikan maaf untuk orang yang menyakiti dan menganiaya anak saya, dia harus mendapatkan balasan yang setimpal biar ada efek jera. Saya berjuang sendirian untuk menghidupi dan membesarkan anak saya, ketika ada yang menyakiti anak saya, saya sendiri yang akan memastikan dia menyesal seumur hidup karena pernah menyakiti anak saya,” tulisnya.

Kasus ini juga mengungkap informasi lain dari pihak keluarga terlapor. Dalam sebuah rekaman pesan suara, ibu dari Bripda AD menyatakan, “Saya dulu yang melaporkan kelakuan anak saya. Makanya dia di pindah ke Pacitan.” Pernyataan tersebut diperkuat dengan pesan singkat yang berisi, “Iyaa citra ibuk sudah dengar semua masalahx aydi, klu memang aydi yg salah wajar klu km sakit hati, saya sebagai ibukx g bisa meminta km untuk memaafkan aydi, krn mungkin sakit hatimu sudah terlalu dlm pd aydi, tp ibuk masih terus berdo’a pd Allah semoga memberikan jln yg terbaik buat kita semuax, krn ibuk yakin Allah yg mampu membolak balikkan hati hambanya… 🤲”

Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan. Aparat kepolisian menyatakan komitmennya untuk menangani perkara ini secara profesional dan transparan, di tengah tekanan publik yang terus meningkat.

Sebelumnya

Ketegangan Global Memanas, Seruan Koalisi Internasional Menguat Usai Gagalnya Perundingan AS-Iran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gerbang Rakyat
pasang iklan banner 160x600 pewarta network
pasang iklan banner 160x600 pewarta network
banner pasang iklan 970x90 pewarta network