pasang iklan banner 1045x250 pewarta network
Beranda Bisnis Tarif Listrik per kWh Berapa? Ini Rincian dan Simulasi Token PLN
Bisnis

Tarif Listrik per kWh Berapa? Ini Rincian dan Simulasi Token PLN

Gerbangrakyat.com – Tarif listrik PLN saat ini masih mengacu pada ketetapan Triwulan III 2026. Bagi pelanggan listrik prabayar, mengetahui tarif per kWh dapat membantu memperkirakan jumlah energi listrik yang diperoleh ketika membeli token dengan nominal tertentu.

Besaran kWh yang masuk ke meteran tidak hanya ditentukan oleh nominal pembelian. Golongan daya listrik, tarif per kWh, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), serta biaya administrasi turut memengaruhi hasil akhir.

Untuk pelanggan di Jawa Timur, khususnya dalam simulasi dengan asumsi PPJ Surabaya sebesar 10 persen dan biaya administrasi Rp2.500, jumlah kWh yang diperoleh dari token dengan nominal sama dapat berbeda antara satu golongan daya dan lainnya.

Tarif Listrik PLN Agustus 2026 di Jawa Timur

Tarif listrik rumah tangga nonsubsidi pada Agustus 2026 dibedakan berdasarkan daya yang digunakan pelanggan. Perbedaan tarif ini membuat jumlah kWh yang diperoleh dari pembelian token juga tidak selalu sama.

Berikut tarif listrik rumah tangga nonsubsidi yang digunakan sebagai dasar simulasi:

Golongan Pelanggan Tarif per kWh
R-1/TR 900 VA-RTM Rp1.352,00
R-1/TR 1.300 VA Rp1.444,70
R-1/TR 2.200 VA Rp1.444,70
R-2/TR 3.500-5.500 VA Rp1.699,53
R-3/TR 6.600 VA ke atas Rp1.699,53

Dari daftar tersebut terlihat bahwa pelanggan dengan daya 900 VA-RTM memiliki tarif per kWh lebih rendah dibandingkan pelanggan dengan daya 1.300 VA hingga 2.200 VA. Sementara itu, tarif untuk pelanggan 3.500 VA ke atas berada pada tingkat yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap jumlah energi listrik yang didapat ketika pelanggan membeli token dengan nominal yang sama.

Cara Menghitung Jumlah kWh Token Listrik

Perhitungan token listrik dapat dilakukan dengan memperhitungkan nominal pembelian setelah dikurangi komponen PPJ dan biaya administrasi.

Rumus sederhananya adalah:

Jumlah kWh = (Nominal pembelian – PPJ – biaya administrasi) รท tarif listrik per kWh

PPJ tidak selalu sama di setiap daerah. Begitu pula biaya administrasi dapat berbeda tergantung kanal atau tempat pelanggan membeli token.

Karena itu, simulasi jumlah kWh tidak dapat dijadikan patokan mutlak untuk setiap transaksi. Angka yang tampil pada meteran pelanggan dapat berbeda berdasarkan komponen biaya yang berlaku pada saat pembelian.

Token Listrik Rp20 Ribu Dapat Berapa kWh?

Untuk pembelian token listrik Rp20.000, simulasi berdasarkan asumsi PPJ Surabaya 10 persen dan biaya administrasi Rp2.500 menghasilkan jumlah listrik sebagai berikut:

Daya Listrik Perkiraan kWh
900 VA-RTM 11,46 kWh
1.300 VA 10,73 kWh
2.200 VA 10,73 kWh
3.500-5.500 VA 9,12 kWh
6.600 VA ke atas 9,12 kWh

Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh?

Pelanggan yang membeli token listrik senilai Rp50.000 mendapatkan jumlah kWh berbeda sesuai golongan dayanya.

Daya Listrik Perkiraan kWh
900 VA-RTM 31,43 kWh
1.300 VA 29,42 kWh
2.200 VA 29,42 kWh
3.500-5.500 VA 25,01 kWh
6.600 VA ke atas 25,01 kWh

Dengan demikian, pada simulasi tersebut token Rp50.000 menghasilkan sekitar 31,43 kWh untuk pelanggan 900 VA-RTM. Sementara pelanggan dengan daya 3.500 VA ke atas memperoleh sekitar 25,01 kWh.

Token Listrik Rp100 Ribu Dapat Berapa kWh?

Untuk pembelian token sebesar Rp100.000, perkiraan kWh yang diperoleh adalah:

Daya Listrik Perkiraan kWh
900 VA-RTM 64,72 kWh
1.300 VA 60,57 kWh
2.200 VA 60,57 kWh
3.500-5.500 VA 51,48 kWh
6.600 VA ke atas 51,48 kWh

Perbedaan jumlah kWh tersebut terutama berkaitan dengan tarif per kWh pada masing-masing golongan pelanggan.

Token Listrik Rp200 Ribu Dapat Berapa kWh?

Pelanggan yang membeli token listrik Rp200.000 dalam simulasi ini memperoleh perkiraan:

Daya Listrik Perkiraan kWh
900 VA-RTM 131,29 kWh
1.300 VA 122,86 kWh
2.200 VA 122,86 kWh
3.500-5.500 VA 104,44 kWh
6.600 VA ke atas 104,44 kWh

Nominal pembelian yang lebih besar menghasilkan kWh lebih banyak, tetapi perbedaan tarif antar golongan daya tetap membuat hasil akhirnya tidak sama.

Token Listrik Rp500 Ribu Dapat Berapa kWh?

Untuk nominal Rp500.000, berikut simulasi jumlah listrik yang diperoleh:

Daya Listrik Perkiraan kWh
900 VA-RTM 330,99 kWh
1.300 VA 309,75 kWh
2.200 VA 309,75 kWh
3.500-5.500 VA 263,31 kWh
6.600 VA ke atas 263,31 kWh

Pada nominal yang sama, pelanggan 900 VA-RTM memperoleh jumlah kWh lebih besar dibandingkan pelanggan dengan daya 3.500 VA ke atas dalam simulasi tersebut.

Token Listrik Rp1 Juta Dapat Berapa kWh?

Bagi pelanggan yang membeli token listrik Rp1 juta, jumlah kWh berdasarkan simulasi adalah:

Daya Listrik Perkiraan kWh
900 VA-RTM 663,83 kWh
1.300 VA 621,24 kWh
2.200 VA 621,24 kWh
3.500-5.500 VA 528,09 kWh
6.600 VA ke atas 528,09 kWh

Nominal Rp1 juta tentu memberikan jumlah energi yang jauh lebih besar dibandingkan pembelian token dengan nominal lebih rendah. Namun, pelanggan tetap perlu memperhatikan golongan daya karena tarif per kWh yang berbeda turut menentukan jumlah listrik yang diperoleh.

Mengapa Token dengan Nominal Sama Menghasilkan kWh Berbeda?

Perbedaan jumlah kWh terjadi karena tarif listrik setiap golongan pelanggan tidak sama. Semakin tinggi tarif per kWh, semakin sedikit energi listrik yang diperoleh dari nominal pembelian yang sama setelah memperhitungkan komponen biaya lainnya.

Sebagai contoh, pelanggan 900 VA-RTM memiliki tarif Rp1.352,00 per kWh dalam ketetapan yang digunakan untuk simulasi. Sementara pelanggan 3.500-5.500 VA serta 6.600 VA ke atas dikenakan tarif Rp1.699,53 per kWh.

Artinya, nominal token yang sama tidak otomatis menghasilkan jumlah kWh yang sama pada setiap rumah.

Apakah Jumlah kWh di Meteran Bisa Berbeda?

Bisa. Angka simulasi di atas menggunakan asumsi PPJ Surabaya sebesar 10 persen dan biaya administrasi Rp2.500.

Dalam transaksi sebenarnya, PPJ dapat berbeda berdasarkan wilayah tempat pelanggan terdaftar. Biaya administrasi juga dapat berubah sesuai kanal pembelian token yang digunakan.

Karena itu, angka kWh yang diterima pelanggan ketika melakukan pembelian dapat berbeda dari hasil simulasi. Perhitungan tersebut lebih tepat digunakan sebagai gambaran untuk memperkirakan jumlah listrik berdasarkan nominal token dan golongan daya.

Kesimpulan

Token listrik dengan nominal Rp50.000, Rp100.000, Rp200.000, Rp500.000 hingga Rp1 juta tidak selalu menghasilkan jumlah kWh yang sama untuk setiap pelanggan.

Pada simulasi tarif listrik PLN Agustus 2026 di Jawa Timur, pelanggan 900 VA-RTM mendapatkan jumlah kWh paling besar dibandingkan golongan daya lainnya untuk nominal pembelian yang sama. Sementara pelanggan dengan daya 3.500 VA ke atas memperoleh jumlah kWh lebih rendah karena tarif per kWh yang digunakan lebih tinggi.

Perlu diingat, seluruh angka tersebut merupakan simulasi dengan asumsi PPJ Surabaya 10 persen dan biaya administrasi Rp2.500. Jumlah kWh sebenarnya dapat berbeda sesuai daerah dan kanal pembelian token yang digunakan.

Sebelumnya

GP Al Washliyah DKI Tolak Rencana Aksi 27 Agustus di Depan DPR/MPR

Selanjutnya

Apple M6 dan M5 Ultra Resmi Diperkenalkan, Bawa Lompatan Besar untuk AI di Mac

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gerbang Rakyat
pasang iklan banner 160x600 pewarta network
pasang iklan banner 160x600 pewarta network
banner pasang iklan 970x90 pewarta network