:

Gerbangrakyat.com – Strategi konten yang baik adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Salah satu konsep yang penting untuk dipahami dan diterapkan dalam strategi ini adalah content pillar.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu content pillar, perbedaannya dengan artikel biasa, cara membuatnya, serta manfaat yang bisa diperoleh dari penggunaannya.

Pengertian Content Pillar

Content pillar atau pilar konten adalah panduan atau halaman yang memuat informasi penting dari strategi konten suatu bisnis.

Ibarat sebuah pilar rumah, content pillar berfungsi untuk menopang keseluruhan strategi konten yang akan dibuat.

Content pillar ini tidak terbatas hanya pada strategi pemasaran media sosial, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai jenis konten seperti blog, e-book, podcast, hingga infografis.

Definisi dan Perbedaan dengan Artikel Biasa

Content Pillar merupakan konten utama yang terdiri dari topik atau tema yang luas dan berkualitas tinggi. Konten ini dibuat sebagai landasan bagi pembuatan konten spesifik lainnya yang lebih detail.

Dalam pembuatan pilar konten, penting untuk mempertimbangkan relevansi topik dengan bisnis dan target audiens, serta struktur topik yang baik.

Berbeda dengan artikel biasa yang berfokus pada topik spesifik, content pillar memiliki cakupan yang lebih luas dan mendalam.

Konten ini disusun secara terstruktur dan teratur untuk memberikan dasar yang kuat bagi konten turunan lainnya. Artikel biasa, sebaliknya, biasanya tidak terkait langsung dengan topik-topik lain dan berdiri sendiri.

Langkah-Langkah Membuat Content Pillar

Untuk menyusun content pillar yang efektif, berikut adalah beberapa langkah yang perlu diperhatikan:

  1. Tentukan Topik Utama: Pilih topik atau tema yang relevan dengan bisnis dan menarik bagi target audiens. Topik ini harus memiliki potensi untuk menarik minat audiens dan relevan dengan bisnis yang dijalankan.
  2. Buat Daftar Subtopik: Setelah menentukan topik utama, buat daftar subtopik yang berkaitan. Subtopik ini harus relevan dan memberikan nilai tambah bagi audiens.
  3. Riset Kata Kunci: Tentukan kata kunci yang berkaitan dengan topik dan subtopik. Riset kata kunci membantu menemukan kata kunci potensial dengan tingkat pencarian tinggi di mesin pencari.
  4. Susun Kerangka Konten: Buat kerangka konten dengan mengatur urutan subtopik yang terstruktur dan bermanfaat. Pastikan kerangka ini mudah dipahami dan mengalir dengan baik.
  5. Buat Konten Utama: Buat konten utama yang informatif, berkualitas tinggi, dan terstruktur dengan baik. Pastikan konten ini sesuai dengan kerangka yang telah dibuat sebelumnya.
  6. Rilis dan Gunakan Konten: Rilis konten utama dan gunakan sebagai dasar untuk pembuatan konten turunan lainnya. Pastikan konsistensi dengan topik dan subtopik yang telah ditentukan.

Tips dalam Membuat Content Pillar

  • Lakukan Riset Kata Kunci: Sebelum membuat content pillar, lakukan riset kata kunci untuk menemukan kata kunci yang relevan dan memiliki tingkat pencarian tinggi.
  • Fokus dan Konsistensi: Pilih topik dengan fokus yang jelas dan konsisten dengan bisnis. Ini akan membantu meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan audiens.
  • Gunakan Metode Storytelling: Metode storytelling dapat membuat konten lebih menarik dan menghubungkan dengan audiens secara emosional.
  • Struktur Konten yang Jelas: Pastikan konten terstruktur dengan baik dan mudah dipahami. Gunakan paragraf pendek dan jelas, serta subjudul yang terorganisir.
  • Konsistensi dalam Kualitas: Buat jadwal konten yang konsisten dengan topik relevan dan bermanfaat untuk meningkatkan loyalitas dan kepercayaan audiens.

Manfaat Content Pillar dalam Digital Marketing

  1. Meningkatkan SEO: Content pillar membantu situs web memiliki konten utama yang berkualitas dan terstruktur, meningkatkan peringkat di hasil pencarian mesin pencari.
  2. Meningkatkan Otoritas Situs Web: Konten berkualitas tinggi meningkatkan otoritas situs web, membantu dalam membangun citra positif bagi bisnis.
  3. Memudahkan Promosi: Konten terstruktur memudahkan proses promosi dan meningkatkan efektivitas kampanye promosi.

Contoh-Contoh Content Pillar

  • Bisnis Kuliner: Resep, ulasan restoran, tutorial memasak, artikel tentang makanan khas.
  • Bisnis Fashion: Tips fashion, tutorial mix and match, review produk, artikel tentang tren fashion.
  • Bisnis Kecantikan: Tutorial makeup, tips merawat kulit, review produk kecantikan, artikel tentang tren kecantikan.
  • Bisnis Teknologi: Review gadget, tutorial aplikasi atau software, artikel tentang perkembangan teknologi.
  • Bisnis Travel: Review destinasi wisata, tips wisata, artikel tentang budaya dan tradisi.

Menguasai strategi content pillar akan sangat membantu dalam mengatur konten secara terstruktur dan terarah, mencapai tujuan bisnis yang telah ditentukan.

Dengan strategi yang tepat, bisnis dapat membangun kesadaran merek, meningkatkan engagement, dan membangun hubungan yang baik dengan audiens mereka.

Itulah ulasan lengkap mengenai content pillar dalam digital marketing. Terapkan strategi ini untuk mengoptimalkan konten dan mencapai kesuksesan bisnis Anda.

Share: