Kakek Pencari Batu di Pacitan Jadi Korban Penganiayaan, Tulang Hidung Bergeser hingga Dirawat di RSUD
Gerbangrakyat.com – Pacitan – Nasib pilu menimpa Sugiri (75), warga Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Di usia senja dengan kondisi fisik yang mulai renta, pria lanjut usia itu masih harus bekerja keras demi menyambung hidup keluarganya dengan memecah batu di sungai untuk dijual sebagai material bangunan.
Aktivitas yang dilakoninya setiap hari justru berujung petaka. Sugiri diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan seorang pria bernama Sunarko (45). Akibat kejadian tersebut, Sugiri mengalami luka serius pada bagian wajah hingga harus menjalani perawatan medis di RSUD Pacitan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sugiri sehari-hari mencari bebatuan kecil di aliran sungai. Batu-batu itu kemudian dipecah menjadi koral untuk dijual. Pekerjaan berat tersebut tetap ia jalani meski usia sudah tidak muda lagi.
Namun tanpa alasan yang jelas, Sunarko diduga melakukan kekerasan terhadap korban. Sugiri disebut dipukul pada bagian wajah hingga menyebabkan tulang hidungnya bergeser.
Kondisi korban sempat mengkhawatirkan karena luka yang dialami cukup serius. Bahkan pihak medis sempat menyarankan tindakan operasi.
Tokoh masyarakat setempat, Tulus, mengungkapkan bahwa keluarga dan pendamping korban mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan langkah pengobatan.
“Kalau menurut dokter memang disarankan operasi. Tapi kami sampaikan tentang kondisi sosial ekonomi dan kerepotan oerawatan pasca operasi yang akan di hadapi pasien. Akhirnya disepakati untuk tidak operasi melainkan teraphy luar,” ujarnya.
Kasus penganiayaan tersebut kini telah ditangani aparat kepolisian. Sunarko disebut sudah menjalani proses penyidikan di Polsek Ngadirojo untuk kepentingan penegakan hukum lebih lanjut.
Peristiwa itu memantik perhatian warga karena korban diketahui hidup dalam kondisi serba kekurangan. Sugiri tidak hanya menanggung rasa sakit akibat penganiayaan, tetapi juga memikul beban keluarga yang berat.
Di rumah sederhana yang kondisinya memprihatinkan, Sugiri harus merawat istri yang mengalami stroke serta seorang anak berkebutuhan khusus. Di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi, ia tetap berusaha mencari nafkah demi keluarganya.
Kondisi tersebut mendorong sejumlah pihak untuk mengajak masyarakat memberikan perhatian dan bantuan sosial kepada keluarga Sugiri. Sekretaris DPP Membela Kebenaran, H Bahtiar, mengajak para dermawan untuk ikut membantu meringankan beban korban.
“Open donasi bisa kontek ke hp 082142966428. Tugas kita lah untuk hadir menunaikan tanggung jawab sosial seperti itu,” katanya.
Kasus yang menimpa Sugiri menjadi pengingat penting tentang perlunya mengedepankan penyelesaian masalah tanpa kekerasan. Di sisi lain, peristiwa ini juga membuka mata tentang masih adanya warga lanjut usia yang harus bekerja keras demi bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarga yang berat.


















