Profil Gus Kikin, Ketua PBNU 2026-2031 dan Perjalanan Kariernya
Gerbangrakyat.com – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. Ia terpilih melalui skema Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dan memperoleh dukungan suara tertinggi dalam proses pemilihan.
Gus Kikin bukan sosok baru dalam struktur Nahdlatul Ulama. Sebelum terpilih memimpin PBNU, ia menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Ia juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng dan memiliki latar belakang di dunia bisnis serta manajemen pelayaran.
Gus Kikin Terpilih sebagai Ketua PBNU 2026-2031
Gus Kikin terpilih sebagai Ketua PBNU untuk masa khidmat 2026-2031 setelah mendapatkan restu dari Rais Aam. Dalam proses tersebut, ia meraih 472 suara dari muktamirin.
Perolehan tersebut menempatkan Gus Kikin di posisi teratas sekaligus mengungguli empat kandidat lainnya. Hasil suara masing-masing kandidat adalah sebagai berikut:
- KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin: 472 suara
- KH Zulfa Mustofa: 262 suara
- KH Abdussalam Shohib: 261 suara
- KH Yahya Cholil Staquf: 258 suara
- KH Abdul Ghofar Rozin: 55 suara
Hasil tersebut mengantarkan Gus Kikin menjadi sosok yang akan memimpin PBNU untuk periode lima tahun ke depan.
Profil Gus Kikin
KH Abdul Hakim Mahfudz lebih dikenal dengan sapaan Gus Kikin. Ia merupakan cicit langsung KH M Hasyim Asy’ari, salah satu pendiri atau muassis Nahdlatul Ulama.
Latar belakang tersebut membuat Gus Kikin memiliki hubungan kuat dengan sejarah awal berdirinya NU. Selain keterlibatannya dalam organisasi, kiprahnya juga tidak terlepas dari lingkungan pesantren.
Saat ini, Gus Kikin juga dipercaya menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng kedelapan. Ia melanjutkan kepengasuhan pesantren tersebut setelah KH Solahudin Wahid atau Gus Solah yang meninggal dunia pada 2020.
Gus Kikin dan Kiprahnya di NU
Sebelum terpilih menjadi Ketua PBNU, Gus Kikin tercatat menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di lingkungan jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Terpilihnya Gus Kikin di tingkat PBNU sekaligus membawa pengalaman organisasi dari tingkat wilayah ke kepemimpinan nasional.
Salah satu gagasan yang menonjol dari Gus Kikin adalah penekanan terhadap panduan dasar dan pemikiran yang tertuang dalam Qanun Asasi yang disusun KH M Hasyim Asy’ari.
Bagi Gus Kikin, Qanun Asasi menjadi dasar penting dalam menjalani kehidupan organisasi NU. Pandangan tersebut memperlihatkan adanya perhatian terhadap fondasi pemikiran yang menjadi pijakan Nahdlatul Ulama.
Pernah Berkarier di Dunia Pelayaran
Sebelum aktif mengabdikan diri di dunia pesantren dan organisasi NU, Gus Kikin memiliki pengalaman profesional di bidang manajemen pelayaran.
Pada 1988, ia tercatat pernah menjadi Kepala Cabang Kota Cilegon perusahaan Djakarta Lloyd. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum kemudian lebih banyak berkecimpung dalam aktivitas pesantren dan jam’iyah.
Gus Kikin Juga Dikenal sebagai Pengusaha Migas
Selain memiliki pengalaman di bidang pelayaran, Gus Kikin juga dikenal sebagai pengusaha di sektor minyak dan gas bumi.
Ia merupakan pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan migas nasional yang mendapatkan amanat untuk mengelola South East Madura Block.
Wilayah pengelolaan tersebut mencakup Sumenep dan Situbondo. Latar belakang di dunia usaha tersebut menjadi bagian lain dari profil Gus Kikin di luar aktivitasnya sebagai pengasuh pesantren dan tokoh NU.
Perjalanan Gus Kikin dari Dunia Usaha ke Pesantren
Perjalanan Gus Kikin memperlihatkan latar belakang yang cukup beragam. Sebelum aktif dalam kepengurusan NU dan menjalankan peran sebagai pengasuh pesantren, ia memiliki pengalaman di sektor pelayaran dan minyak serta gas bumi.
Setelah mengabdikan diri di lingkungan pesantren dan jam’iyah, kiprahnya kemudian berkembang dalam struktur organisasi NU. Ia dipercaya memimpin PWNU Jawa Timur sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua PBNU periode 2026-2031.
Dengan latar belakang tersebut, profil Gus Kikin tidak hanya berkaitan dengan garis keturunannya sebagai cicit KH M Hasyim Asy’ari. Pengalaman di dunia usaha, kepesantrenan, serta organisasi NU turut menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya ke posisi Ketua PBNU.
Fokus Gus Kikin pada Qanun Asasi
Salah satu hal penting dalam visi Gus Kikin adalah penekanan pada Qanun Asasi yang disusun KH M Hasyim Asy’ari.
Qanun Asasi dipandang sebagai panduan dasar dan pemikiran yang penting dalam menjalankan kehidupan organisasi NU. Penekanan terhadap dasar tersebut menjadi bagian dari visi Gus Kikin dalam melihat arah kehidupan jam’iyah.
Terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua PBNU periode 2026-2031 kemudian menempatkan pandangan tersebut sebagai salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan dalam perjalanan kepemimpinan NU lima tahun mendatang.
Kesimpulan
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi menjadi Ketua PBNU periode 2026-2031 setelah meraih 472 suara melalui skema AHWA. Ia mengungguli empat kandidat lainnya dalam proses pemilihan.
Gus Kikin memiliki latar belakang yang mencakup dunia organisasi NU, pesantren, pelayaran, hingga bisnis migas. Ia merupakan cicit KH M Hasyim Asy’ari dan saat ini dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng serta pernah menjabat Ketua PWNU Jawa Timur.
Dalam kepemimpinannya, perhatian terhadap Qanun Asasi yang disusun KH M Hasyim Asy’ari menjadi salah satu gagasan yang menonjol dari visi Gus Kikin untuk menjalankan kehidupan organisasi NU.


















